Komitmen dan Semangat Bupati Lestariskan Seni Budaya

25 September 2017 19:13:23
Post

GAJAHLAMTIM.COM- Bupati Lampung Timur (Lamtim) Hj. Chusnunia Chalim menunjukkan komitmen dan semangatnya dalam melestarikan seni budaya Lampung. Dengan semangat yang tak pernah pudar ditunjukkan Mba Nuni, sapaan akrab Bupati Lamtim ini. Tak tanggung-tanggung, orang nomor satu di daerah berjuluk bumei tuwah bepadan itu, ikut menari bersama ribuan warga di Festival Tari Melinting, Sabtu (23/9/2017).

"Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi kita melestarikan adat budaya kita,” ungkap Bupati Lamtim Chusnunia Chalim pada gelaran Festival Tari Melinting di Lapangan Merdeka Kecamatan Melinting.

Festival Tari Melinting merupakan salah satu rangkaian dari agenda Kalender Wisata Kabupaten Lampung Timur Tahun 2017 selain dimeriahkan dengan Lomba Tari Melinting yang diikuti oleh peserta dari seluruh kecamatan se Kabupaten Lampung Timur juga menerjunkan kurang lebih sepuluh ribu penari untuk melakukan Tari Cetik Kipas Melinting (Tari Melinting) secara bersama-sama.

Bupati Lamtim ini juga mengatakan bahwa Tari Melinting adalah budaya lokal yang harus dipertahankan dari generasi ke generasi jangan sampai hanya menjadi cerita dalam buku usang kalau dulu pernah ada Tari Melinting. "Maka, untuk tidak hanya menjadi cerita kita harus lestarikan,” kata Chusnunia dihadapan para peserta.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengatakan bahwa sebagai pemimpin di Lamtim tidak henti-hentinya dan tidak pernah putus asa dalam hal mempromosikan seni budaya masyarakat. Termasuk, Tari Melinting sudah sampai ke Eropa (Jerman) pada saat dirinya berkunjung sebagai utusan dari Indonesia untuk ambil bagian dalam kemeriahan Pasar Hamburg.

"Tari melinting sudah kemana-mana karena kita serius mempromosikan dan mempertahankan budayaan di Lampung Timur ini,” ujar dia.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten Lampung Timur, Syahrudin Putera mengatakan bahwa Festival Tari Melinting ini merupakan bagian dari program kerja bupati dalam rangka meningkatkan pariwisata sekaligus melestarikan adat budaya.

“Dan saya juga merasa bangga karena Tari Melinting ini sudah ditampilkan di Eropa khususnya Hamburg, Jerman dan cukup mendapatkan antusiasme yang tinggi dari Pemerintah Jerman sendiri pada waktu itu,” tambah Syahrudin.

Dalam gelaran Festival Tari Melinting Chusnunia dengan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Syahrudin Putera, Pabung Komando Distrik Militer 0411/LT, Mayor Joko Subroto, Sultan Keratuan Melinting, Rizal Ismail, melakukan Tari Cetik Kipas Melinting dengan diikuti oleh kurang lebih sepuluh ribu penari yang terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA, kelompok dasa wisma, tim penggerak PKK, Penyimbang Adat Tokoh Melinting dan unsur jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

Diketahui, Tari Melinting adalah tari tradisional asli dari Kabupaten Lamtim dan merupakan tarian peninggalan Kerajaan Melinting.

Awalnya, Tari Melinting ditampilkan di lingkungan kerajaan, namun kemudian berkembang menjadi tarian rakyat. Tari Melinting saat ini sering ditampilkan pada berbagai acara besar seperti upacara penyambutan, perayaan maupun acara budaya.

Tari Melinting biasanya dibawakan oleh para penari pria dan wanita dengan menggunakan busana adat, serta diiringi oleh alunan musik pengiring khas Lampung, sehingga para penari dengan gerakannya menggunakan kipas sebagai atribut. Tari ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu tari pembuka, tari inti, dan tari penutup.(lis)