Festival Tanam Mangrove dan Berkah Wisata Bagi Warga

11 Oktober 2017 17:32:01
Post

GAJAHLAMTIM.COM- Kegiatan tanam magrove masuk dalam agenda dan kalender pariwisata Lampung Timur (Lamtim). Festival Tanam Mangrove yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamtim ini berlangsung meriah, pada Selasa,10 Oktober 2017.

Selain mendukung potensi pariwisata khususnya Wisata Hutan Mangrove, menurut Bupati Lamtim, Hj. Chusnunia Chalim, festival ini juga untuk mendukung rehabilitasi hutan magrove yang sempat mengalami abrasi. Selain penanaman pohon magrove juga ada tumpeng raksasa, layanan kesehatan gratis, donor darah, kesenian kuda lumping, pameran motor CB, dan bazar aneka produk kerajinan rumah tangga di Lamtim.

Bupati Lamtim dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan penanaman magrove ini dimulai sejak tahun 2007 dan harus kita lakukan secara terus-menerus supaya alam tetap terjaga kelestarianya khusunya untuk wilayah pesisir pantai di Kecamatan Pasir Sakti. "Dengan melaksanakan penanaman pada hari ini maka kita telah ikut berpartisipasi menjaga abrasi pantai dan hal ini dilakukan oleh pemerintah untuk anak cucu kita, terutama bagi masyarakat Pasir Sakti. Ke depan, semoga pantai ini menjadi tempat wisata yang indah, asri dan menyenangkan," kata dia.

Wisata Hutan Mangrove 

Gagasan dan kerja-kerja pemerintah ini, mendapat sambutan hangat dari seluruh masyarakat. Bahkan, saat ini, sudah dibuat Taman Wisata Hutan Mangrove. Tepatnya berada di Dusun Pulowaru, Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti. 

Berdiri di area seluas 50 hektare, wisata hutan mangrove ini, juga sudah disiapkan berbagai wahana penunjang bagi para wisatawan. "Kami sudah siapkan sarana transportasi seperti perahu, para pedagang juga sudah tersedia," jelas Syamsudin, pengelola Wisata Hutan Mangrove pada gajahlamtim.com, Selasa, 10 Oktober 2017.

Hadirnya wisata Hutan Mangrove sendiri, diakui warga cukup banyak menyerap tenaga kerja. 

Wisata Mangrove di Sriminosari

Selain wisatan hutan mangrove di Desa Purworejo, Pasir Sakti, di Desa Sriminosari, Labuhan Maringgai juga sudah ada area yang dikelola Koperasi Konsumen Nelayan Rukun Sidomakmur. "Sudah banyak yang berkunjung, ribuan orang, tapi masih warga lokal, kalau yang dari mancanegara belum ada," kata Darmanto, Ketua Koperasi Nelayan Rukun Sidomakmur.

Menurut Darmanto, wisata mangrove Desa Sriminosari juga sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 53 orang. "Kami juga sudah buat jalur traking wisata mangrove dan gazebo atau tempat peristirahatan, kita sudah siapkan juga kantin-kantin sehat di sekitar lokasi," ujar dia. 

Sejak dibuat Agustus, objek wisata hutan mangrove ini telah dikunjungi ribuan wisatawan. Erni, warga yang berjualan di objek wisata ini menyatakan omset penjualan dari berdagangnya antara Rp1 juta hingga Rp2 juta. "Kalau hari minggu segitu, kalau hari biasa Rp300 sampai Rp700 ribu,  belum hari libur besar seperti Idul Adha kemarin lebih besar lagi," ungkapnya sebagaimana dilansir Kantor Berita Antara Lampung

Erni mengaku merasakan manfaat adanya wisata hutan mangrove tersebut. "Alhamdulilah ada objek wisata mangrove ini kami merasakan berkahnya," kata dia. (lis)