Ada 15 Juta Kilogram Lebih Jatah Raskin untuk Warga Lamtim

14 April 2016 20:35:06
Post

GAJAH LAMTIM-- Jatah beras untuk keluarga prasejahtera yang dulu dikenal dengan istilah raskin, mulai dibagikan untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS) Penerima Manfaat (PM). Khusus untuk Lampung Timur (Lamtim) mendapat jatah 15.382.440 kg dari total 8juta kg untuk 573 ribu RTS-PM se-Lampung.

Hal itu terkuak pada acara Pemerintah Provinsi dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Penyaluran Rastra di Ruang Sungkai Balai Keratun, Kamis (14/04/2016).

Diinformasikan oleh Kabag Humas Heriyansyah, dalam arahan Asisten Bidang Ekobang Adeham menjelaskan bahwa pagu raskin ada 8.609.310 Kg untuk RTS-PM yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota, 227 Kecamatan dan 2.547 titik distribusi. Dengan total pagu setahun 103.311.720 kg.

Asisten Bidang Ekobang Adeham menjelaskan bahwa rapat ini digelar dalam rangka memacu kerja Tim Koordinasi untuk merealisasikan penyaluran Raskin. "Rapat ini guna menentukan batas waktu penyelesaian penyaluran serta meningkatkan komitmen penyerapan hingga 100 persen," kata Adeham.

Lebih lanjut Adeham menambahkan bahwa dalam penyaluran raskin ini diperlukan peran aktif Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Rapat tersebut, jelas Adeham, digelar karena keterlambatan penyaluran raskin. Sampai minggu kedua April 2016, ada delapan kabupaten yang penyaluran raskinnya masih rendah.

Delapan kabupaten tersebut adalah Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Timur, Way Kanan, Pesisir Barat, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji.

Adeham mengatakan, permasalahan penyaluran raskin yang selalu terlambat memang sudah sejak dulu.

Tetapi, Adeham mengklaim, permasalahan tersebut tidak hanya terjadi di Lampung, melainkan secara nasional. “Persoalan raskin ini dari dulu. Memang penyerapannya agak terlambat. Ternyata, permasalahannya ada di SPA (surat perintah alokasi). Tapi sudah kami tanya, (kabupaten/kota) sudah buat semua, hanya belum sampai ke kami. Kalau sudah ada SPA tidak masalah. Penyalurannya bisa cepat. SPA itu (dibuat) oleh bupati,” kata Adeham usai rakor. (lis)